This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, 13 September 2014

FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS

A. FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS


1. Fasilitas & Faktor Pendukung

Lapangan Yang Memadai
Lapangan paling tidak harus rata (berdebu tidak masalah asal rata). Jika di desa Anda hanya ada  lapangan  kecil,  bentuklah  tim  U12,  U10  atau  U8,  dan  bermainlah  5 v  5 atau  7 v  7. Pemain berusia 12 tahun keatas  harus bermain di lapangan besar sesuai standar FIFA.

Pengetahuan Gizi
Orang  tua  dan pemain  memiliki  pengetahuan  akan  gizi dan  disiplin  dalam  mengkonsumsi
makanan dan minuman yang membantu perkembangan fisik pemain.

Dukungan Penuh Orang Tua
Kegiatan anak harus diketahui dan direstui oleh orang tua masing -masing. Dukungan penuh tidak berarti tekanan. Biarkan pemain berkembang dengan nyaman;   didukung tapi tidak ditekan.

Liga Dan Turnamen Yang Tertata Rapi
Liga  dan  turnamen  SSB  dalam  lingkup  PENGCAB  (Pengurus  Cabang)  perlu  dilaksanakan sesering  mungkin.  Agar tidak  tergantung  pada  PENCAB,  bentuklah  sebuah  asosiasi  SSB  di daerah anda atau bergabunglah secara gratis dengan asosiasi SSB Pusat (ASSBI). Lihat di www.ssbindonesia.com. Prinsip kunci adalah bertindaklah secara pro aktif.

Jumlah Pemain Atau Grup Yang Dibatasi
Peserta latihan yang terlalu banyak tidak efektif dan sulit untuk  diawasi secara individu.

Banyak Bola!
Penting tersedia satu bola untuk setiap pemain.


Cones
Sediakan cones beragam warna guna efisiensi latihan.


Kostum dan Rompi
Kostum dan rompi latihan beragam warna harus tersedia guna efisiensi latihan.

Peralatan Bantu Lainnya
Tersedia pula tangga koordinasi, 2-4 gawang kecil, beberapa barbel (2-5 kg), gawang-gawang pendek untuk rintangan serta tiang-tiang plastik.

2. Faktor Pembina (Pelatih)



Kualitas
·     Standar sertifikasi D dan C.
·       Sering/banyak   ikut  pelatihan   atau  seminar   lebih  baik,  mau  belajar   (melalui   buku, internet, dll).
·     Memiliki semangat, jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain.


Kuantitas
Pembina yang berkualitas harus banyak, PSSI Pusat dan pengurus propinsi, mutlak perlu mengadakan  kursus-kursus  dan seminar  kepelatihan.  Coach  Bert  Pentury   saat  ini tengah melakukan   tour   ke   semua   provinsi   guna   melatih   pelatih   khusus   usia   dini/ grassroot (U5 - U12).

Teladan
Seorang   pelatih mutlak   harus   menjadi teladan baik   dalam perkataan   dan tingkah laku : tidak suka omong kotor, tepat waktu, bisa menjaga emosi, tidak melakukan pencurian umur, dll.

Motivator
Bukan  pencela  atau  pemaki.  Sering  dan  terus  menerus  memberikan  semangat  dengan perkataan dan bahasa tubuh yang positif.

Mengutamakan Pendidikan Formal
Perlu memahami   konsep Student athlete; seorang pemain adalah seorang murid sekolah, baru  kemudian  menjadi  atlit.  Dengan  kata  lain,  sekolah  harus  diutamakan  oleh  pemain, pelatih dan orang tua.

Dapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing Pemain
Pelatih  sangat  bergantung   kepada  pemain.  Pelatih  harus  bisa  melihat  potensi  pemain misalnya  dengan  latihan atau pergantian  posisi. Yang  diperhatikan  adalah : Teknik,  Speed dengan  bola,  Speed  tanpa  bola,  Visi, Penempatan  posisi,  Karakter  atau  Mental.  Karakter perlu diperhatikan karena karakter adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendiri sekaligus berpengaruh pada kebersamaan  tim.

Berjiwa Pemimpin
Kualitas  pelatih sebagai  pemimpin  sangat  berpengaruh  pada respek  pemain  pada  pelatih. Sebagai sorang pemimpin pelatih harus :
·     Menjadi Contoh Hidup : Teladan dalam perkataan dan tingkah laku.
·       Mampu menjadi Pengatur / Penengah Hubungan antar manusia : Terutama dibutuhkan saat  terjadi  perselisihan   atau  ketegangan   antar  pemain.  Baik  di  dalam  tim  sendiri maupun dengan tim lawan .
·       Peduli  pada  pemain  :  Tunjukkan   kepedulian   kepada  para  pemain,  seperti  masalah pendidikan   atau  kesehatan   pemain.   Jangan  sekadar   menuntut   pemain  berprestasi. Kenali dan selalu tunjukkan kepedulian anda pada pemain.
·     Kompeten  : Memiliki  kemampuan  yang memadai  untuk duduk di dalam  posisi  pelatih.

Maka  perlu  untuk  terus  menerus  belajar  menambah  pengetahuan,  baik  secara  umum maupun dalam bidang kepelatihan.
·     Fair  (sifat  adil)  : Pelatih  tidak  pilih kasih  kepada  anak -anak  didiknya,  melihat  potensi
terbaik berdasarkan kemampuan, bukan pilih-pilih.
·       Konsisten : Tegakkan  peraturan  dan hukum. Pujilah pemain tanpa pandang  bulu. Setali tiga  uang  dengan  prinsip  ini  adalah  kemampuan  pelatih  untuk  selalu    menegakkan peraturan tanpa berubah sejalan dengan waktu.



Pelatih harus mampu/ahli dalam menyusun program latihan
Buatlah program latihan yang :
·     Realistis : Sesuai kebutuhan saat pertandingan.
·     Variatif  : Memiliki kreativitas latihan yang beragam dan tidak membosankan.
·     Metodis : Memiliki metode latihan yang tertata rapi dan berjenjang; , bukan
sembarangan membuat program latihan.
·     Mencakup semua aspek : Fisik, Teknik, Taktik, Mental  dan Karakter.
·       Tematis  : Memiliki tema atau tujuan yang dipersiapkan. Dari awal hingga akhir latihan, tema latihan terlihat jelas lewat variasi-variasi  latihan yang dipilih. Membuat  program yang tematis dikhususkan bagi usia 15 tahun ke atas dan dewasa.
·       Sesuai prinsip  Benang  Merah   : Masing-masing  sesi latihan saling   berkaitan,   saling berhubungan   antara   latihan   yang   satu   dan   yang   lainnya   sehingga   menghasilkan keutuhan latihan yang baik.
·       Terencana  (Tertulis)  : Untuk  dokumentasi  dan supaya  dapat  dikoreksi  dari  waktu  ke waktu. Merencanakan latihan anda bisa mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan sehingga latihan bisa berjalan dengan efektif.

Pengetahuan Taktik
Selain masalah teknik, sepak bola juga sangat ditentukan oleh taktik. Pemahaman mendasar mengenai taktik  yang wajib dimiliki oleh seorang pelatih adalah :
·     Taktik bertahan ;  Pengertian permainan saat bertahan sebagai individu/grup/tim.
·     Taktik menyerang ; Pengertian permainan saat menyerang sebagai individu / grup/tim.
·     Situasi standar; Lemparan ke dalam, free kick, tendangan penjuru dan goal kick.
·     Taktik hari pertandingan;  Penentuan  tipe pemain  dan formasi yang dipilih, pergantian
pemain dan arahan spesifik sesuai kelebihan/kelemahan  lawan pada saat bertanding.




3. Program Pembinaan Sehari-Hari/Rutin


Program  pembinaan  yang  rutin  dilakukan  harus  mencakup  dan  sesuai  dengan  falsafah program pembinaan sepak bola modern yang di jabarkan dalam halaman berikut.



Practice doesnt makes perfect, perfect practice makes perfect
(latihan saja tidak menghasilkan kematangan,
tetapi latihan yang matang membuat kematangan)

B. FALSAFAH PROGRAM PEMBINAAN
Pengertian inti metode melatih


1. Hubungan Latihan Dengan Pertandingan
Tujuan dari sesi latihan adalah untuk mempersiapkan pemain untuk kompetisi. Pertandingan memperlihatkan perkembangan taktik, teknik, fisik dan jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental  dalam diri pemain.




2. Empat Komponen Yang Saling Melengkapi





























Fisik
Pemain yang kuat dan ulet akan memberikan keuntungan yang besar untuk tim. Sebaliknya seorang pemain yang kelelahan harus berjuang sangat berat untuk menjaga konsentrasinya dan cenderung melakukan banyak kesalahan.


Teknik
Semua pemain di dalam tim diharuskan  memiliki kemampuan  individu yang sesuai dengan posisi masing-masing. Sebagai contoh, seorang pemain tengah tentu memiliki teknik dan keahlian yang berbeda dengan seorang pemain di posisi bek luar.


Taktik
Bagian   ini   menolong    pemain   agar   menyatu    dengan   tim.   Tujuannya   adalah   untuk menghasilkan  pemain  yang  cerdas,  mampu  beradaptasi  dalam  situasi  yang  berganti -ganti dalam pertandingan-pertandingan yang dihadapi.

Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental
Manusia sering dipengaruhi oleh emosinya. Pelatih harus bisa melatih pemain untuk menggunakan  emosi-emosi  ini untuk keuntungan  mereka dan mengarahkan  emosi mereka menjadi sebuah kekuatan  dan bukan kelemahan bagi mereka.



Titik lemah terbesar pemain kita selain kualitas umpan dan kecepatan dalam bermain adalah
mental dan  pengertian  taktik.
Titik lemah pemain = Titik lemah pelatih!