Blog ini banyak mengupas tentang Masalah Sepakbola

feature posts

Thursday, 26 February 2015

On 17:02 by Ropik Hidayat   No comments
Kegagalan rencana adalah Perencanaan yang gagal
Pepatah lama yang  masih  berlaku bagi pelatih sepakbola untuk mendapatkan hasil yang baik dari sesi latihan tim anda seorang pelatih haruslah siap, Berpikir dan Menulis dalah yang yang berkaitan erat, Tinta dan otak. menuliskan sesi latihan. Jadwal sesi latihan kamu haruslah memberi peluang untuk pelatih dan pemain untuk saling berbagi pengtahuan. tujuan akhir adalah Membimbing pemain kamu untuk meningkatkan performa dalam pertandingan mereka

Dasarnya
1. Mempunyai Rencana, Kurikulum untuk apa yang anda inginkan untuk menutup akhir tahun
2. Mempunyai Rencana Belajar untuk  masing-masing sesi latihan
3. Termasuk didalam artikel ini anda akan menemukan petunjuk umpersiapkan sesi latihan

Faktor Umum
• Jangan  Merencanakan Terlalu banyak kegiatan dalam satu sesi latihan
• Tetap Fokus pada topik anda
• Setelah sesi latihan berakhir anda wajib menannyakan pertanyaan kepada pemain :
1. Apakah latihan terlalu mudah, terlalu keras atau sesuai dengan kemampuan pemain??
2. Apakah pemain belajar?

"Kamu Menang bukan secara kebetulan tapi dengan persiapan" ( Roger Maris )

Bahan Pertimbangan


• Peraturan permainan menurut Kelompok umur

Dalam perencanaan sesi pelatihan kita haruslah memperhitungkan aturan permainan yang dimodifikasi untuk kelompok usia. memodifikasi aturan permainan akan mempermudah pemain untuk memahami situasi dan kondisi agar permainan berjalan lancar

• Kemmapuan Pemain
Dalam merencanakan sesi latiahn penting untuk mengetah karakeristik kelompuk umur dan jug memperhitungkan kemampuan pemain.tulis rencana sesi latihan yang menantang dan tepat bagi mereka

• Jumlah pemain saat sesi latihan
Jumlah pemain yang diharapkan harus menjadi bahan pertimbangan perencanaan latihan sebab terkadang pemain anda ada yang tidak datang saat sesi latihan, pelatih yang baik adalah yang flexibel, pertimbangkan bagaimana caranya agar dalam sesi latihan pemain anda aktif, sebagai contoh jika dalam suatu kegiatan membutuhkan 6 pemain yang terlibat dalam game 3v3 namun ada 12 pemain yang mengikuti sesi latihan , hal yang harus anda lakukan adalah membuat 2 garis gawang samping ke samping.

•Lamanya sesi Latihan
Panjang sesi latihan tergantung pada kelompok usia dan hari-hari dalam seminggu bahwwa anda memiliki permainan dan sesi latiahn
berikut adalah lamanya latihan menrut kemlompok usia :
U6   = 45 menit
U8   = 45 - 60 menit
U10 = 60 - 70 menit
U12 = 75 menit
U14 = 70 - 90 menit
U16 = 90 menit
U19 = 90-120 menit



Sunday, 15 February 2015

On 15:34 by Ropik Hidayat   No comments
Falsafah Menjadi Seorang Pelatih Sepakbola

Menarik sekali ketika kita membahasa falsafah atau dasar/fondasi dari pemikiran kita, saya pernah membaca buku karangan bapa Harsono dalam bukunya yang berjudul coaching beliau menjelaskan Falsafah seorang pelatih dan memberikan pertanyaan kepada pembaca. Mengapa anda ingin menjadi seorang pelatih?? Apa yang akan anda daptakan dari menjadi seorang pelatih?? Apakah anda siap berjuang dan berkorban untuk waktu dan tenaga anda??? Pertanyaan yang  tentunya harus bisa anda jawab.....
Mengutip pernyataan beliau " seseorang yang lebih memilih mengumpulkan kekayaan daripada membuat hubungan yang baik dengan sesamanya" kata-kata ini simple namun penuh makna didalamnya, keteika seseorang lebih memilih mencari-cari dan menumpukan kekayaan dari pada harus membuat atau menjalin hubungan yang baik dengan sesamnya, zaman sekrang ini banyak orang yang materialistis, mereka mencari kekayaan entah itu dengan jalan yang halal ataupun haram tanpa memperdulikan keadaan atau dampak yang nanti ditimbulkan, maka dari itu mari kita luruskan falasafah hidup kita dengan lebih menjalin dulu hubungan dengan sesama manusia barulah dengan mencari kekayaan.

comeback to philosophy of life, setiap orang memiliki tujuan  menjadi seorang pelatih itu berbeda=beda. ada yang menjadi pelatih ingin diakui atau dipandang  oleh masyarakat sekitar, ada yang ingin mengembangkan atau mengamalkan ilmu pengetahuannya agar berguna bagi oranglain, ada yang ingin mencari kekayaan, ada yang ingin mensukseskan atletnya karena ketika atletnya sukses dia merasa puas. 


Aspek-aspek falsafah dan etika coaching adalah saling berhubungan, yang keduanya mengacu kepada system nilai-nilai seseorang, sikap, kepercayaan (belief), dan prinsip-prinsip yang menuntun (guide) perilaku orang sebagaii pelatih (Harsono:1988).

1. Motivasi menjadi pelatih.

Motivasi memilih karier menjadi pelatih tentu saja setiap orang tidak sama, ada yang memilih karier menjadi pelatih atas dasar ia ingin mengamalkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya kepada orang lain, atau ada juga yang beranggap dengan menjadi pelatih ia bisa mendapat kepuasan setelah atlet didikannya memperlihatkan peningkatan prestasi. Namun selain itu ada juga yang beranggapan dengan menjadi pelatih ia akan memperoleh kekuasaan, seperti halnya memperoleh status dan pengakuan dimasyarakat. Ada pula yang memang senang mengasuh anak-anak muda dan senang akan keterlibatan yang terus menerus dalam sensasi stress dan sensasi pertandingan. Dan tidak sedikit pula yang menjadikan keahlian melatihnya semata-mata sebagai sumber hidupnya.

2. Harapan orang dari seorang pelatih.

Dalam setiap profesi musti ada kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh anggotanya. Demikian pula dalam profesi melatih. Ada seperangkat ketentuan dan kewajiban moral yang harus kita patuhi, yaitu berperilaku dan berkiprah sesuai dengan norma-norma, tujuan-tujuan, serta cita-cita tinggi dari profesi tersebut. Perangkat ketentuan-ketentuan tersebut biasanya dituangkan di dalam kode etik pelatih.

Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam pendapatnya dan tingkah lakunya dalam melaksanakan tugasnya sebagai coach dan dalam membina atletnya-atletnya untuk memperkembangkan secara optimal kesehatan fisik, mental, spiritual, dan sosialnya. Di samping itu tugasnya adalah juga untuk memperkembangkan keterampilan motorik dan prestasi atlet, perilaku etis, moral yang baik, kepribadian, dan respek terhadap orang lain.

Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam watak luhurnya, pertimbangan-pertimbangan intelektualnya, sportivitasnya, dan sifat-sifat demokratisnya.

Coach harus pula dapat memberikan bimbingan agar atlet-atletnya bisa berdikari dalam hidupnya kelak dan menjadi warga negara yang baik. Itu semua adalah (dan seharusnya) merupakan tanggungjawab seorang pemimpin olahraga, dan dengan sendirinya juga yang diharapkan dari seorang pelatih. (Harsono:1988).

3. Dilema pelatih

Karena sering kali kurang memperlihatkan pentingnya tujuan berolahraga ini, dan selalu merasa bahwa kepintaran coachingnya senantiasa dinilai oleh masyarakat dengan menang kalahnya atlet-atletnya dalam pertandingan, maka mereka seringkali lupa akan tugas-tugas moral dan tujuan-tujuan yang murni dari olahraga. Oleh karena itu sering kali pelatih mengahalalkan segala macam cara untuk bisa memenangkan pertandingan. Hal negatif inilah yang serring kali menyebabkan olahraga menjadi suatu aktivitas komersial dan bukan lagi sesuatu yang menyenangkan dan yang dapat dinikmati.

Wednesday, 4 February 2015

On 17:50 by Ropik Hidayat in    No comments


Asa yang tak pernah padam kugantungkan cita-citaku menjadi pesepakbola, sejak kecil aku menyukai sepakbola, bahkan setiap hari aku selalu bermain sepakbola, menonton pertandingan sepakbola yang jadwal pertandingannya ditayangkan tengah malam, menonton kartun sepakbola yang pada waktu itu yang lagi nghit ketika aku masih kecil adalah Captain Tsubasa hal yang saya selalu ingat dan dapatkan adalah BOLA ADALAH TEMAN, dia yang menginspirasiku untuk bermimpi, bagaimana dia berjuang untuk masuk ke Tim nasional yang perjuangan pertamanya diawali di sekolah dengan mengikuti kejuaraan kejuaran tingkat sekolah. lalu akhirnya mencapai kejayaannya dengan  masuk Tim nasional dan menjadi Juara Dunia, 

Memang ini hanyalah kartun yang dibuat oleh seorang pengarang komik dan ini hanya karangan, namun harus anda ingat bahwa karangan ini bisa menjadi kenyataan, karena jika kamu mempunyai mimpi dan keinginan maka tidak ada yang mustahil itu menjadi kenyataan, karena menurut Sigmeun Freud dalam bukunya " The Interpretation of Dream " memberikan formula yang bisa merasionalkan mimpi yang paling membingungkan
sekalipun, Teorinya tersebut mengandalkan bagian dari pikiran yang berfungsi sebagai sensor, sensor yang berfungsi untuk mengedit mimpi-mimpi kita. Jika kita memimpikan pemenuhan hasrat yang sebenarnya, freud mengatakan, “hal itu akan menimbulkan emosi, dan emosi kuat yang tercipta akan membangunkan kita.”. Oleh karena itu, sensor tersebut mengubah isi mimpi yang menyamarkan makna sebenarnya. Freud menyebut proses penyamaran makna ini sebagai transformasi hasrat atau “Dreamwork”, yang terdiri dari beberapa proses. (1) Displacement, menggeser emosi dari satu gagasan ke gagasan lainnya. (2) Condentation, meleburkan banyak gagasan menjadi sebuah simbol. Bersama (3) symbolization dan (4) projection komponen “dreamwork” bergabung untuk mengubah gagasan-gagasan mimpi yang sebenarnya menjadi gambaran mimpi yang lebih bisa diterima. Setelah sensor menyelesaikan “dreamwork”, ego mengatur komponen-komponen aneh mimpi agar mimpi memiliki makna. Proses ini yang kemudian oleh Freud disebut sebagai manifestasi mimpi. 

Untuk Adik-adiku teruslah bermimpi karena itu menjadi kekuatan untuk kalian tetap menjalani hidup kalian dengan penuh semangat, jangan patah semangat karena tidak masuk SSB, jangan patah semangat karena masalah finansial atau perekonomian, jangan patah semangat karena tidak ada support atau dorongan adri keluarga ataupun orang terdekat, cukuplah anda sendiri yang berjuang mendaptakannya, adapaun kalian yang sudah masuk SSB bersyukurlah karena tidak semua orang mampu masuk ke SSB berjuang keras karena disana kalian ditempa bukan untuk bersenang-senang tapi untuk memperjuangkan MIMPI KALIAN, untuk kalian mendapatkan support dari orangtuanya bersyukurlah karena itu akan menjadi kekuatan tambahan untuk kalian menjadi yang terbaik..
On 17:20 by Ropik Hidayat in    1 comment
Arti Mendalam dari Sepakbola adalah kita mengetahui esensi dari permainan sepkbola bahwa  Sepakbola bukan saja menggriring bola, mengopernya kepada teman lalu menendangnya  ke gawang   dan menghasilkan gol, esensi atau nilai yang kita dapat bukan masalah kita menang dan kalah, bahkan ada diantara kita yang bermain tidak sportive, bermain curang, mencederai lawan karena ingin mendapatkan kemenangan bukan itu tapi nilai sosial, kebersamaan, psikologislah yang sebenarnya harus kita pahami, sepakbola menyatukan semua genre, ras atau apapun, dengan sepakbola kita hidup banyak teman dengan sepakbola kita bagaikan seorang penari yang unjuk gigi diatas panggung, sepakbola membawa kecerian dan kegembiraan. 

Maka untuk mendapatkan semua itu kalian jangan terpaku pada kemenangan ataupun ekkelahan, ingat kembali esensi sepakbola, nikmatilah setaip passing yang kamu berikan, nikmati setiap shooting yang kamu lakukan maka dengan itu kita dapat mendapatkan esensi yang sebenarnya dari sepakbola. berikut ini saya sampaikan pengertian ilmiah tentang sepakbola yang saya tulis dalam latar belakang skripsi saya.

Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat dikenal dan disukai banyak orang.Hal tersebut telah sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam dunia sepakbola bahwa permainan sekarang tambah maju dan sepakbola adalah olahraga yang populer, artinya permainan ini sangat banyak dimainkan oleh orang tua, pemuda dan anak anak, dan tidak mengenal status sosial dan kelas sosial.

Perkembangan sepakbola di era modern ini sudah berkembang dengan pesat sekali perkembangan sepakbola yang dikaitan dengan dunia politik dan ekonomi menjadi ajang industri artinya bahwa sepakbola itu telah dikelola secara professional, manajemen kepelatihan, pembinaan pemain yang berprestasi tinggi, sarana dan prasarana latihan dan pertandingan, sehingga untuk menjadi pengurus atau menjadi pemain adalah mereka yang mempunyai kompetensi keahliaan dalam bidangnya. Seorang pemain sepakbola ingin menjadi pemain  berprestasi, menurut Sukatamsi (2004:11) maka pemain tersebut haruslah mempunyai empat kelengkapan pokok yaitu :
1.  Pembinaan teknik (ketrampilan)
2.  Pembinaan fisik (kesegaran jasmani)
3.  Pembinaan mental (mental, daya ingatan dan kesadaran)
4.  Kematangan juara

Keempat kelengkapan pokok tersebut hanya dapat tercapai dengan jalan latihan yang serius, mengikuti pertandingan-pertandingan yang berkualitas direncanakan dan dilakukan secara rutin. Walaupun demikian dari kelengkapan pokok tersebut yang paling fundamental sekali sebagai dasar bermain sepakbola adalah menguasai teknik dasar dan keterampilan bermain (Sukatamsi ;2004 : 11) yang terlebih dahulu untuk dibina di samping pembinaan kelengkapan pokok lainnya.
Permainan sepakbola adalah cabang olahraga permainan beregu atau tim yang terdiri dari sebelas orang, sehingga kesebelasan yang baik, kuat, tangguh adalah kesebelasan yang terdiri dari pemain-pemain yang mampu menyelenggarakan dengan baik untuk kerja sama, penguasaan teknik dasar sepak bola dan kemahiran mengolah bola di lapangan permainan

Tuesday, 3 February 2015

On 07:09 by Ropik Hidayat in ,    No comments
Materi Kepelatihan

1. Kondisi Fisik
Kemampuan aktivitas gerak jasmani yang dilakukan secara sistematik dan ditingkatkan secara progresif untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani agar tercapai kemampuan kerja fisik yang optimal.
Komponen Kondisi Fisik
1. Daya tahan Kardiovaskuler
Kemempuan otot jantung seseorang dalam bekerja dalam waktu yang relatif lama.
2. Daya tahan otot 
kemampuan seseirang dalam mempergunakan ototnya bekerja dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan.
3. Kecepatan
kemempuan seseorang dalam menempuh jarak tertentu dengan waktu yang sesingkat singkatnya
4. Kekuatan
kemempuan seseorang dalam menerima suatu beban tertenu.
5. Power
gabungan dari kecepatan dan kekuatan
6. Kelincahan
kemampuan tubuh dalam mengubah arah dengan cepat tanpa kehilangan keseimbangan
7. Keseimbangan
kemampuan seseorang dalam mempertahankan tubuhnya agar tetap dalam keadaan seimbang
8. Koordinasi
kemampuan seseorang menggabungkan berbagai rangkaian gerakan.
9. Kecepatan Reaksi
kemampuan seseorang dalam menerima suatu rangsangan. 

2. Teknik 
adalah kemampuan seseorang dalam melakukan suatu gerakan. ada 2 teknik yang ada dalam permainan sepakbola diantaranya :

1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.

2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.

3. Taktik
Taktik adalah suatu siasat atau akal yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam permainan oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan secara sportif.

Pada hakikatnya, penggunaan taktik dalam sepakbola adalah suatu usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.

Strategi adalah suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung dan digunakan oleh pemain maupun pelatih untuk memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat.

Strategi mengacu pada gerakan-gerakan yang dibutuhkan dalam pertandingan. Kedudukan strategi dalam olahraga memiliki makna sebagai pendukung aspek taktik olahraga. Dengan demikian, antara taktik dan strategi memiliki perbedaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya keduanya saling berkaitan serta mendukung untukmencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan.

Taktik dalam aplikasinya secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Taktik Penyerangan.
Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorongan, kelompok,maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.

Taktik penyerangan dapat dibedakan menjadi:

a. Taktik mencari tempat kosong di antara pemain lawan.
b. Taktik melakukan gerakan tersusun, baik yang membawa bola maupun tidak (memanfaatkan lebar lapangan).
c. Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).

2. Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan,kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan lawan agar tidak mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan.

Taktik pertahanan dapat dibedakan menjadi:

a. Man to man defence, setiap pemain membayangi satu lawan (satu lawan satu).
b. Zone defence, setiap pemain bertanggung jawab atas daerah pertahanannya.
c. Kombinasi, yaitu taktik man to man defence dan zone defence.

3. Taktik Perorangan
Taktik perorangan diartikan sebagai siasat yang dilakukan oleh seorang pemain dalam menggunakan kemampuan fisik, teknik, dan mental yang dilakukan dengan proses yang cepat untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam suatu pertandingan.

4. Grup Taktik
Grup taktik diartikan suatu siasat yang dijalankan dua orang pemain atau lebih dalam melakukan pertahanan dan penyerangan untuk mencari kemenangan secara sportif pada suatu pertandingan.

5. Kolektif Taktik
Kolektif taktik diartikan suatu siasat yangdijalankan oleh suatu regu dalam menjalin kerja sama untuk mencari kemenangan dalam suatu pertandingan.

4. Mental/ Jiwa Kebersamaan 
Mental adalah keadaan emosi  yang berhubungan dengan watak dan batin seseorang.
Mental yang kuat tentunya adalah hal yang dibutuhkan dalam permainan sepakbola dimana mental mempunyai peranan yang sangat penting karena mental seseorang bisa berpengaruh terhdap kondisi fisik, teknik dan taktik yang sudah diterapkan atau dipelajari. inilailah poin yang sering dilupakan oleh seorang pelatih, hal yang dianggap sepele oleh seorang pelatih dan bahkan tidak pernah diajarkan. Saya kasih contoh pemain anda memiliki skill dan kondisi fisik yang bagus namun ketika dihadapkan pada suatu kompetisi anak didik anda kurang begitu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, bahkan orang yeng memiliki mental yang buruk  akan cepat mengalami kelelahan yang cepat  dan kesalahan dalam melakukan sebuah teknik itu dikarenakan mereka mengalami ketegangan syaraf, otot. agar anak didik anda terbiasa dan memilik mental yang bagus saya memiliki beberapa tips untuk ,eningktakan mental pemain anda :

1. Lakukanlah uji coba lawan, lakukan uji coba dengan mencari lawan yang lemah dan dapat dipastikan lawannya kalah setelah mereka menerima kemenangan sehingga mental mereka meningkat lakukan uji coba dengan lawan yang lemah ini sampai beberapa kali setelah itu lakukan uji coba terhadap lawan yang sangat kuat sehingga mereka dapat merasakan kekalahan, bagaimana sikap mereka saat menerima kekalahan. 
2. Saat latihan game, ketika anda menjadi wasit berpihaklah pada satu tim sehingga mereka dapat belajar untuk menerima ketidakadilan, menempa mereka menjadi lebih dewasa dan berpikir jernih.
3. Berikanlah pemain anda pengetahuan tentang psikologi berikan pada mereka tentang konsep diri seperti self image, self esteem, self identitydll.
 
Manusia Sering dipengaruhi emosi, pelatih harus mampu meredam emosi para pemainnya, mereka harus belajar bagaimana sebuah permainan akan berjalan dengan lancar jika jiwa kebersamaan mereka sudah terjalin, permainan akan lebih kolektif dan bervariasi.
 
5. Teknik Penjaga Gawang
Untuk Teknik Penjaga gawang agar nantinya lebih mengerti saya tulis di artikel yang lain.

ini hanyalah garis besarnya saja materi yang lebih spesifiknya anda hanya tinggal mencari di list.

Sunday, 18 January 2015

On 07:35 by Ropik Hidayat   No comments
Mengembangkan Filsafat Pelatihan
MENENTUKAN TUJUAN Pelatihan
Dua pertimbangan paling penting dalam mengembangkan filosofi pelatiahan secara pribadi adalah menentukan tujuan pelatiahn dan gaya pelatihan. Tujuan pelatihan Anda dapat mencakup meningkatkan menang Anda / catatan kekalahan, memenangkan gelar liga Anda, menjadi salah satu dari tim papan atas di CIF, menunjukkan individu yang berarti penting dan memperbaiki tim, membuat program untuk atlet menyenangkan Anda, atau mengajar atlet untuk bersaing dengan baik.
Pelatih SMA sering percaya tanggung jawab pertama mereka adalah untuk menghasilkan tim yang memenangkan sebuah gelar atau kemenangan lainnya. Namun, pemenang tidak harus menjadi tolak ukuran untuk  kesuksesan atlet Anda. Sebuah penekanan harus menang yang berlebihan pada atlet anda dapat menimbulkan respon negatif pada atlet muda, seperti kecemasan, takut gagal, mengurangi harga diri dan hilangnya motivation.ini bukan untuk mengatakan bahwa menang bukanlah tujuan penting. Menang adalah penting! Tapi untuk olahraga SMA untuk mengantarkan  keluar yang terbaik utnuk atlet anda, pelatih harus terus menang dalam sudut pandang yang tepat.

Keberhasilan pelatihan Anda harus didefinisikan dan diukur dalam berbagai cara lain
dari peringkat negara, menang / catatan kekalahan atau ranking di liga Anda. Jumlah atlet yang berminat untuk program ini, antusiasme atlet Anda untuk bermain Soccer, perbaikan tim Anda tunjukan melalui program musim, dan jumlah orang tua / masyarakat / sekolah minat dan dukungan yang Anda hasilkan untuk program anda adalah tindakan sama pentingnya untuk keberhasilan TIm. Banyak Memenangkan permainan tidak selalu berarti Anda adalah seorang pemimpin yang baik atau panutan bagi atlet Anda. Sebagai pelatih, tindakan Anda berbicara lebih keras daripada kata-kata Anda, khususnya selama kompetisi. Anda harus mengajarkan rasa hormat terhadap aturan, lawan Anda,  pertimbangan terhadap penilaian dan integritas pegawai dengan contoh dari perilaku Anda.
Mengembangkan gaya Pelatihan yang  EFEKTIF


Hal ini membawa kita ke bagian kedua dari filosofi pelatihan Anda: gaya pembinaan. Gaya pelatihan Anda mencerminkan bagaimana Anda memilih untuk memimpin dan berinteraksi dengan-atlet mahasiswa Anda. Ini mempengaruhi bagaimana Anda memotivasi dan mendisiplinkan mereka, dan peran apa, jika ada, Anda membiarkan para atlet anda agar dalam membuat keputusan yang mempengaruhi mereka. Ada otoriter, gaya pembinaan kooperatif dan pasif. Gaya pembinaan harus sesuai dengan kepribadian Anda, namun setiap gaya pembinaan adalah kombinasi yang agak berbeda dari ketiga pendekatan..
Kami mendorong Anda untuk mengambil beberapa waktu untuk mempelajari filosofi pelatihan Anda dan mempertimbangkan gaya pembinaan yang ingin Anda gunakan untuk mencapai tujuan Anda. Berikut adalah beberapa saran:
• Ingatlah bahwa atlet Anda harus menjadi pusat perhatian. Olahraga tidak di ciptakan untuk memuliakan pelatih.
• Tujuan sederhana pembinaan adalah untuk membantu atlet memperpendek trial-and-error proses perobaan dan kesalahan dalam pembelajaran dan meringankan trial-and ketakutan terhadap  pengalaman bersaing mereka.

• Ketika pembinaan, fokus pada keterampilan yang dibutuhkan, sebuah metode untuk mengajar dan menunjukkan kepada mereka, dan latihan untuk berlatih dan menguasai mereka.

• Integritas, kredibilitas dan pengetahuan teknis adalah kualitas yang paling penting dari sebuah Pelatih yang baik - dalam urutan itu.

• Setiap atlet layak ditangani dan diperlakukan dengan hormat tidak memandang bulu.

• gaya pembimbingan Anda tidak harus memisahkan Anda dari atlet Anda. Anda harus memiliki sebuah forum untuk berkomunikasi secara terbuka atau Anda tidak akan pernah berhubungan dengan atlet Anda. Bersedia untuk mendengarkan saran dan kritikan semua atlet, mendengar kritik dan menanggapi dengan bertindak daripada bereaksi.
• Anda tidak dapat berbicara tentang kemenangan tanpa membicarakan tentang kekalahan. Adalah menempatkannya ke posisi  kedua atau ketiga, atau tidak menempatkannya tapi mencatatnya , anda dianggap gagal? Bagaimana Anda ingin atlet Anda untuk berperilaku ketika mereka jelas akan mengalami kekalahan? Bagaimana Anda ingin tim Anda untuk berperilaku setelah mengalami kekalahan yang berat? Bagaimana Anda berharap atlet Anda untuk bangkit kembali setelah berkinerja buruk?
• Terlepas dari gaya pelatihan Anda, Anda perlu untuk memrintahkan kepada mereka agar mereka  memperhatikan 'dan memberi rasa hormat pada anda. Dan Anda perlu berkomunikasi dan memberi memotivasi, memberi  pujian dan disiplin secara efektif dalam peran Anda sebagai pelatih SMA.
MBB : •MENGAJARKAN •  BELAJAR •BERSAING


Sebagai seorang pelatih sekolah tinggi, setiap keputusan yang Anda buat harus dalam kepentingan terbaik dari perkembangan fisik atlet Anda, psikologis dan sosial. Filosofi yang dianjurkan oleh Yayasan LA84 adalah TLC: mengajar, belajar dan bersaing.
Pengajaran mewakili apa pelatih menyediakan siswa-atlet dengan cara berintruksi memerintah. Pelajaran seorang pelatih harus mengajarkan termasuk didalamnya  keterampilan teknis, sikap positif tentang persaingan, proses pelatihan dan taktik yang efektif dan strategi. Seorang pelatih harus juga mengajarkan atlet emosional disiplin diri, tanggung jawab, harga diri dan bagaimana mempertahankan ketenangan dengan berfokus pada hal-hal yang mereka bisa mengontrolnya. Tidak kalah pentingnya adalah nilai-nilai sosial seperti perilaku yang tepat, fair play, sportivitas yang baik dan pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan tim dan tujuan.

Belajar merupakan penerimaan atlet 'dari apa yang Anda ajarkan. Belajar sangat
dipengaruhi oleh suasana pelatih dalam membantu menciptakan atlet meraih yang terbaik. Pembelajaran yang efektif membutuhkan komunikasi, motivasi, umpan balik, kerjasama dan pelatihan tujuan. Pendekatan positif untuk berlatih dan pelatihan yang menekankan pengembangan keterampilan, kebugaran, kerja tim dan menyenangkan akan membantu untuk memastikan pengalaman atlet 'belajar yang positif.
Persaingan adalah inti dari olahraga. Keterampilan  bersaing adalah penting untuk mencapai kesejahteraan dalam masyarakat di mana kita bersaing untuk nilai(kelas), pasangan, pekerjaan dan promosi untuk mencapai kesuksesan, kebahagiaan dan keamanan. Sepakbola adalah olahraga di mana atlet menunjukkan  keterampilan fisik dan kompetitif terbaik mereka
Pelatih harus menggambarkan petualangan kompetisi atletik sebagai kesempatan untuk melihat kunci bahwa  kekalahan adalah kemenangan  yang terunda.
Pelatih harus membantu atlet belajar sebanyak mungkin dari pengalaman kompetitif mereka, menganalisis apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang mereka tidak melakukannya dengan baik, dan melanjutkan pelatihan dengan agenda baru dan tekad baru untuk memperbaikinya. pelatih harus menekankan bahwa keberhasilan dalam olahraga harus diukur dengan tujuan pribadi masing-masing kinerja atlet.
Hanya karena setiap pertandingan sepak bola hanya memiliki satu pemenang tidak berarti semua orang di tim lain adalah pecundang. Kompetisi seharusnya menjadi titik acuan bagi para atlet untuk mengukur kemajuannya.
Kadang-kadang tekanan kompetisi dapat menghasilkan atlet menetapkan tujuan yang tercapai. Tujuan itu adalah kegagalan yang jaminannya terlalu tinggi bahkan ketika atlet berkinerja baik. Pelatih harus membantu atlet menetapkan tujuan yang realistis.
Memotivasi dan BERKOMUNIKASI DENGAN ATLET MUDA


Psikolog olahraga telah mempelajari bahwa dua dari kebutuhan yang paling penting dari atlet muda adalah kebutuhan untuk bersenang-senang dan kebutuhan untuk merasa berharga dan dihargai. Tentu saja, mudah untuk melihat ketika atlet bersenang-senang. Mereka tampaknya tertantang, bersemangat, dirangsang dan terfokus. Mereka mengungkapkan perasaan kenikmatan, kepuasan dan berantusias. Atlet juga memiliki kebutuhan untuk merasa kompeten, layak dan positif tentang diri mereka sendiri. Olahraga dapat mengancam karir atlet muda ketika mereka menyamakan prestasi dengan harga dirinya. Sebagai anak muda, kita belajar dengan cepat bahwa orang lain menilai nilai kita terutama oleh kemampuan kita skill kita  untuk mencapai. Untuk menang adalah untuk menjadi sukses dan kalah adalah menjadi gagal. Sikap ini menyebabkan kecemasan luar biasa pada atlet muda.
Penilaian  Sosial dan harapan orang lain juga penyebab utama kecemasan. Atlet menjadi cemas ketika mereka tidak yakin tentang apakah atau tidak mereka dapat memenuhi
harapan pelatih mereka, orang tua, teman sebaya, atau bahkan diri mereka sendiri. Para atlet lebih memiliki
ketidakpastian, dan lebih penting mereka melihat hasilnya daripada melihat , semakin besar perasaan cemas mereka.
Sifat olahraga melibatkan suatu evaluasi yang luas dari keterampilan para peserta. Setiap situasi yang melibatkan evaluasi kemampuan sosial anak muda yang menganggap penting bisa membahayakan  jika ia gagal mengantisipasi atau menerima penilaian negatif. Kebanyakan anak-anak memberi nilai bagus pada kompetensi atletik dan sangat sensitif terhadap penilaian kemampuan mereka oleh orang lain. Kesalahan dan kesalahan yang merupakan bagian alami dari proses pembelajaran dapat disalahartikan sebagai kegagalan atau ketidakmampuan. Tekanan-tekanan kompetitif dapat mengakibatkan anak-anak menetapkan standar yang tidak realistis dari hampir sempurna pelaksanaannya, yang hampir menjamin mereka akan gagal.
Sebagai pelatih, Anda harus membantu atlet Anda memnuhi kebutuhan mereka untuk bersenang-senang dengan penataan pengalaman olahraga mereka sehingga menantang dan menggairahkan tanpa membahayakan. Atlet termotivasi memiliki keinginan yang kuat untuk menguasai keterampilan dan menunjukkan kompetensi mereka. Demikian pula, Anda dapat membantu atlet memenuhi kebutuhan mereka untuk merasa layak dengan menciptakan situasi di mana setiap orang dapat mengalami beberapa tingkat keberhasilan. Proses terus-menerus mencapai tujuan tambahan yang menantang, namun dapat dicapai, memberikan motivasi. Ketika atlet mengalami rasa keberhasilan, itu memperkuat perasaan penguasaan mereka, kompetensi, kebanggaan dan harga diri. Hal ini pada gilirannya merangsang keinginan mereka untuk mengejar tingkatan baru dari prestasi pribadi.

MEMBANTU ATLET UNTUK MENCAPAI Yang TERBAIK

Kemampuan untuk mengajar, berkomunikasi dan memotivasi atlet adalah seni pelatihan. Ajarkan atlet Anda untuk fokus pada hal-hal yang mereka dapat menguasainya: kinerja mereka sendiri dan kesiapan untuk bersaing. Ketika atlet khawatir tentang lawan-lawan mereka bukan berfokus pada hal-hal yang mereka dapat menguasainya, mereka membatasi kemampuan mereka untuk bersaing dengan baik. Atlet yang cenderung khawatir tentang kinerja harus diajarkan untuk fokus pada apa yang ingin mereka lakukan (keterampilan atau pelaksanaan strategi), bukan bagaimana mereka akan melakukan. Atlet juga harus mengakui bahwa kadang-kadang menang disabotase oleh faktor eksternal di luar kendali mereka, seperti cuaca dingin, cuaca buruk, atau nasib kurang beruntung . Seiring berjalannya waktu hal-hal ini akan keluar.
Biarkan atlet Anda tahu itu semua hak untuk membuat kesalahan. Banyak atlet muda takut membuat kesalahan karena mereka telah diejek atau dihukum karena melakukan kesalahan di masa lalu. Pelatih harus menciptakan suasana yang mendukung di mana atlet melihat membuat dan mengoreksi kesalahan sebagai bagian alami dari proses pembelajaran. beberapa atlet
menjadi begitu frustrasi dan marah pada diri mereka sendiri ketika mereka melakukan kesalahan selama kompetisi yang mereka kehilangan ketenangan mereka dan melakukan jauh di bawah kemampuan mereka. Ajarkan atlet Anda bahwa salah satu hal yang memisahkan juara dari atlet rata-rata adalah kemampuan untuk melepaskan kesalahan dengan cepat dan kembali fokus pada apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
Berkomunikasi adalah hal yang paling penting pelatih lakukan. Fakta ini tidak dapat dilebih-lebihkan. Komunikasi yang efektif melibatkan ekspresi eksplisit dari instruksi, harapan, tujuan, gagasan dan perasaan. Melakukan hal meningkatkan saling pengertian dan merupakan langkah pertama dalam memenuhi kebutuhan atlet dan pelatih. Komunikasi merupakan jalan dua arah: baik pelatih dan atlet harus mendengarkan dan berbicara untuk membuatnya bekerja dan berhasil
Sebagai pelatih, Anda harus kredibel di mata atlet Anda untuk berkomunikasi dengan mereka. Kredibilitas Anda adalah persepsi kepercayaan dari apa yang Anda katakan dan lakukan. Agar kredibel di mata seorang atlet, Anda harus memiliki pengetahuan tentang sepak bola, antusias melatih dengan baik, konsisten dan positif.

Sikap positif pelatihan memproyeksikan keinginan Anda untuk memahami atlet, menerima
mereka untuk siapa mereka,? dan memperlakukan mereka dengan hormat dan kasih sayang. Hal ini membutuhkan penyempurnaan dalam mendengarkan, berbicara jelas dan kemampuan untuk memberikan umpan balik dan kritik konstruktif secara nonpersonal dan instruktif. Pendekatan positif ditandai dengan penggunaan liberal penguatan pujian, dorongan dan positif. Kritik konstan, sarkasme (nada sinis), atau berteriak pada atlet akan meningkatkan kecemasan mereka atas membuat kesalahan, mengurangi rasa harga diri, dan mencegah atau menghalangi mereka dari partisipasi lanjutan.
Komponen penting dari pendekatan positif adalah empati. Hal ini tidak sama dengan simpati. Empati adalah menyadari perasaan dan emosi atlet Anda. Pelatih yang berempati mendengarkan atlet mereka dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka di luar bidang olahraga.
Pujian harus tulus. Ketika pelatih tidak tulus, mereka berisiko kehilangan rasa hormat dari atlet mereka. Ini berarti sedikit untuk atlet untuk mendengar "GOOD JOB" padahal sebenarnya mereka tahu mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Jika atlet atau tim belum berkinerja dengan baik, pelatih harus jujur ​​dan mengakui fakta mereka tidak melakukan dengan potensi mereka. Namun, atlet juga harus memuji untuk hal-hal yang telah mereka lakukan dengan baik. Ingatlah untuk memuji upaya layak dan pantas mendapatkannya, bukan hanya hasil akhir.

Sikap adalah kunci keberhasilan. Biarkan atlet Anda tahu bahwa seorang juara berharap untuk melakukannya dengan baik. Champions percaya bahwa mereka akan berhasil dan mereka mengakui peran penting bahwa kerja keras dan memainkan pengorbanan dalam upaya untuk keunggulan atletik. Champions fokus pada tujuan dan bagaimana mencapainya. Mereka tidak menyerah pada tujuan mereka dengan mudah. Mereka mengidentifikasi areal kelemahannya dan bekerja keras untuk menghilangkannya. Atlet harus diajarkan jenis yang paling penting dari keberhasilan berada dalam perbaikan pribadi mereka, memberikan upaya maksimal, bersedia mengambil risiko, dan berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Jika Anda  terkesan terhadap  atlet Anda bahwa mereka tidak pernah kelah ketika mereka memberikan upaya terbaik mereka, Anda memberkati mereka dengan hadiah berharga yang akan melihat mereka melewati banyak  usaha hidup yang paling sulit.

PEMIKIRAN PENUTUP
Semua atlet dilatih dengan unik dan khusus. Mereka mungkin berkisar dari 13-tahun anak laki-laki dan perempuan sampai 18 tahun laki-laki muda dan perempuan.

Mereka datang untuk program anda dengan kemampuan yang berbeda, tingkat keterampilan dan kepribadian. Mereka semua memiliki latar belakang yang berbeda, sikap, harapan dan kebutuhan. Salah satu tantangan terbesar dalam pembinaan olahraga seperti sepak bola, yang melibatkan bekerja sama dengan
 jumlah atlet yang besar, sedang sensitif terhadap perbedaan individu dan berusaha untuk membuat setiap atlet merasa dihargai dan penting.
Akhirnya, apakah Anda seorang pengajar full-time atau pelatih yang non-kelas, cobalah untuk membuat diri Anda menjadi bagian dari komunitas sekolah tinggi. Kenali kepala sekolah, kantor depan staf dan sesama  pelatih. Hadir dan meminta untuk menjadi bagian dari unjuk rasa semangat
atau perakitan program selama musim. Menulis kepada guru atlet Anda dan memberitahu mereka tentang tujuan Anda miliki untuk program anda. Mintalah mereka untuk menghadiri permainan Anda dan biarkan mereka tahu Anda khawatir tentang performa atlet 'di kelas maupun di lapangan. Para pelatih yang akan terlibat di sekolah pasti untuk menerima dukungan yang lebih besar untuk program sepak bola dari pelatih sesama nya, fakultas, staf pendukung dan administrasi sekolah.
Keyakinan  USOC Pelatihan untuk sepak bola pemuda
  1. Membangun kesehatan & Kesejahteraan atlet Anda sebagai # 1 tujuan Anda.
  2. Gunakan olahraga Anda untuk mengajar atlet muda bahwa kemenangan dan prestasi atletik yang bermakna hanya jika dicapai dengan cara yang adil dan sportif.
  3. Ajarkan atlet muda melalui keteladanan untuk menghormati lawan mereka, aturan olahraga, dan peran dan penilaian official
  4.  Cukup beralasan bila penjadwalan praktek dan kompetisi. Atlet muda perlu beberapa waktu untuk dapat menikmati kegiatan yang bermanfaat dan kepentingan lainnya.
  5. Pastikan peralatan dan fasilitas memenuhi standar keamanan yang sesuai untuk usia dan tingkat kemampuan atlet Anda.
  6. .Jangan berteriak pada atlet Anda untuk kehilangan atau membuat kesalahan. Atlet muda harus dapat berpartisipasi dalam olahraga tanpa takut gagal atau ejekan.
  7. Ingat bahwa atlet muda berkembang pada antusiasme dan dorongan. Jadilah positif dan murah hati dengan pujian Anda.
  8. Hindari overplaying atlet yang paling berbakat. Semua atlet Anda butuh waktu bermain, atau pengalaman dalam kompetisi, untuk dapat berkembang.
  9. Selalu ikuti saran dokter saat memutuskan kapan atlet terluka siap untuk melanjutkan latihan dan kompetisi.
  10. Kenali orang tua atlet dan mendorong mereka untuk menjadi mendukung relawan untuk program Anda. Mendidik orang tua dan relawan untuk memahami bahwa fisik dan emosional kesejahteraan atlet muda dapat terancam oleh program yang melibatkan tingkat tinggi stres psikologis dan terlalu bersemangat pengawasan orangtua untuk menang.
  1. Menunjukkan rasa hormat bagi para atlet, pejabat dan pelatih lainnya.
  2. Menghormati integritas dan penghakiman pejabat Anda.
  3.  Menetapkan standar, dan menjadi model untuk fair play, sportivitas dan perilaku yang tepat.
  4. Menetapkan keselamatan atlet dan kesejahteraan sebagai prioritas tertinggi Anda
  5. Memberikan pengawasan yang tepat dari atlet Anda setiap saat.
  6. Gunakan kebijaksanaan ketika memberikan kritik konstruktif dan ketika mendisiplinkan atlet.
  7. Jadilah konsisten dalam membutuhkan atlet untuk mematuhi aturan dan standar dari olahraga.
  8. Selalu menginstruksikan atlet Anda dalam penggunaan peralatan yang aman.
    Saya Jangan memberikan pengaruh yang tidak semestinya pada keputusan Anda siswa-atlet 'di mana perguruan tinggi atau universitas mereka harus hadir.
  9. Hindari mempengaruhi siswa-atlet untuk mengambil pekerjaan tentu saja lebih mudah agar memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam atletik SMA.
  10. Jangan mendorong atau mengizinkan atlet Anda untuk menggunakan obat meningkatkan kinerja.
  11.  Jangan merekrut siswa-atlet dari sekolah lain.enegakkan aturan perilaku dan prosedur pengendalian massa yang ditetapkan oleh konferensi Anda dan dewan pendidikan setempat.