Metode Latihan



Ditulis ulang dari buku “Principles of Brazilian Football” (Jose Thadeu Goncalves) oleh: Joko Hartono

Salah satu kunci sukses pembinaan sepakbola usia muda adalah diterapkannya Total Training Method: Program ini merupakan kombinasi dari berbagai bagian yang dibutuhkan untuk membentuk performa dan fisik pemain yang baik tanpa membahayakan kesehatan.  Bagian – bagian dalam program ini adalah: Perencanaan dan manajemen, kontrol medis, kebiasaan, nutrisi makanan, adaptasi terhadap program latihan, psikologis, teknis dan prinsip pembentukan fisik. Selain itu, ada 5 faktor penting yang harus dianalisis ketika menyiapkan prinsip pembentukan fisik berdasarkan filosofi Total Training Method adalah:

  1. Interaksi antara program pembentukan fisik dan teknik yang didukung oleh aspek psikologis
  2. Mengevaluasi perencanaan tahunan secara konsisten untuk meyakinkan para pemain pada suatu kelompok masih tetap fokus terhadap tujuan pelatihan
  3. Evaluasi terhadap pemain dibuat terpisah berdasarkan prioritas kelompok
  4. Mengorganisir program dan latihan yang spesifik berdasarkan frekuensi, intensitas dan banyakknya latihan.
  5. Selalu memperhitungkan faktor motivasi, hal – hal yang perlu dianalisis di antaranya :
    • Kemampuan fisik dari setiap pemain
    • Kesehatan dari setiap pemain agar tetap terbebas dari sakit atau cedera (latihan harus aman, jangan pernah mengambil resiko dengan memaksakan pemain berlatih jika kondisi kesehatan mereka tidak fit 100%)
    • Jenis latihan yang harus dikondisikan dengan keadaan cuaca (jika kondisi dingin, latihan dilakukan di dalam ruangan, begitu juga saat hujan). Lokasi, selalu menukar tempat latihan pemain untuk mencegah kebosanan

Sebelum kami menjelaskan hal penting pada fisik dan mengilustrasikannya dengan beberapa program latihan, berikut ini merupakan langkah – langkah dalam menyiapkan pemain sebelum menjalani pelatihan fisik:

  1. Istirahat, pemain harus menjalani masa penyembuhan. Periode ini dibagi menjadi 3 situasi berbeda. Waktu tidur minimal 8 jam. Jika berlatih 2x sehari, pemain harus diberikan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi fisiknya dan meregangkan mental dan emosinya. Waktu istirahat yang kurang dapat mempengaruhi kualitas permainan karena meningkatnya level stress dan emosi.
  2. Nutrisi makanan, pemain harus menyeimbangkan diet berdasarkan kadar nutrisi harian yang diperlukan oleh tubuh. Nutrisi tersebut di antaranya: Vitamin, protein, garam mineral, karbohidrat, dan lemak. Karbohidrat sangat penting karena mampu menghasilkan energi.
  3. Cuaca, menghindari latihan ketika cuaca ekstrem panas (menyebabkan dehidrasi) atau dingin/hujan (mengundang penyakit).


Pemanasan sebelum Latihan Fisik ala Brazil
Pada bagian ini akan laskan kepada para pelatih mengenai jenis – jenis latihan fisik yang diterapkan di Brazil.  Pemanasan ala Brazil ini bisa meningkatkan kelenturan, kegesitan dan keseimbangan.

Pemanasan tanpa bola : Lakukan sebelum bermain, dimulai dari lari – lari kecil hingga lari sprint sesuai perintah pelatih. Pola lari dilakukan secara bergantian dengan jeda waktu yang cepat dan usahakan agar pemain selalu tetap bergerak.  Pemanasan ini sangat baik karena menggerakan seluruh tubuh, akan lebih baik lagi jika intensitas lebih lama.
Intensitas latihan ini bagi kelompok umur : U8-U10 : 6-8 kali; U12-U14 : 10-12 kali; U16 ke atas : 13-15 kali dengan detail latihan sebagai berikut:

  • Latihan #1.  Lari dengan mengayunkan kedua tangan ke atas kepala dan searah pundak.
  • Latihan #2. Lari dengan mengayunkan kedua tangan ke kiri dan ke kanan.
  • Latihan #3. Lari dengan meregangkan ke dua tangan ke dalam dan keluar.
  • Latihan #4. Lari dengan menarik kedua tangan dari muka ke arah dada.
  • Latihan #5. Lari dengan memutar badan dari pinggul ke kanan dan ke kiri.
  • Latihan #6. Lari kemudian berhenti, posisi kaki kanan di depan kaki kiri di belakang dan tangan kanan ke atas tangan kiri ke bawah, lakukan bergantian.
  • Latihan #7. Lari kemudian berhenti, wajah tolehkan ke kanan kemudian ke kiri. Lakukan berulang.
  • Latihan #8. Lari kemudian tendang kaki kanan ke arah depan hingga menyentuh tangan kanan yang direnggangkan ke depan. Ulangi untuk kaki dan tangan kiri.
  • Latihan #9. Lari kemudian tendang kaki kanan ke arah kiri, ulangi untuk kaki kiri ke arah yang berlawanan.
  • Latihan #10. Lari kemudian angkat kaki kanan ditekuk di bagian lutut dan ayunkan ke kiri, lakukan bergantian dengan kaki kiri.
  • Latihan #11. Lari kemudian angkat kaki kanan ditekuk di bagian lutut dan ayunkan ke depan, lakukan bergantian dengan kaki kiri.
  • Latihan #12 Lari kemudian tendang kaki ke arah belakang sentuh dengan tangan

Pemanasan dengan bola :  Pemanasan ala Brazil identik dengan 4 jenis latihan yang dapat meningkatkan respons. Pemanasan harus dilakukan secara intens, terus menerus, dan menggerakan badan dari posisi yang simpel hingga yang kompleks. 4  jenis pemanasan itu adalah :

  1. Latihan tanpa gerakan maju dan mundur. Latihan ini dapat meningkatkan respons pada situasi tanpa pressure.
  2. Latihan dengan bola, yaitu : Jungkir balik, sit-down, stand-up dan lainnya. Latihan ini dapat meningkatkan respon pada situasi yang tidak dapat diprediksi atau respon terhadap arah bola yang tidak bisa ditebak.
  3. Latihan dengan sprint jarak pendek, setelah menendang bola sejauh 15  meter, sprint ke arah berhentinya bola, kemudian kembali ke titik awal, lakukan berulang-ulang.
  4. Latihan dengan gerakan maju-mundur di lapangan.
Kami merekomendasikan bola karet untuk pemain U-14. Hal ini ditujukan untuk melatih konsentrasi, bola karet yang terbuat dari karet membutuhkan presisi ketika menerima dan mengumpan, karena bola karet akan lebih memantul ketika dikontrol. Porsi latihan dengan bola karet berdasarkan umur:     U8-U10 / 30 detik; U12-U14 / 45 detik; U16 ke atas / 60 detik dengan rician sebagai berikut:

Latihan pemanasan dengan partner (4 posisi ketinggian bola):
  • Posisi bola di tanah:
  1. Menggiring bola dengan mengubah kaki yang digunakan untuk mengontrol bola. Untuk U8-U10 : 2 sentuhan dan U12-U18 : 1 sentuhan.
  2. Latihan di tempat (sama dengan latihan #1), tetapi ada gerakan tambahan berupa sit-down, stand-up dan lainnya.
  3. Partner berdiri pada jarak 6 kaki dari posisi kita kemudian menendang bola sejauh kira-kira 30 meter kemudian kita mengejarnya dan memberikannya lagi, lakukan secara berulang.
  4. Sprint jarak pendek.
  • Posisi bola setinggi pinggang:
  1. Latihan ini dilakukan dengan menendang bola ke udara kemudian diterima oleh partner menggunakan bagian tubuh di bawah pinggang, namun ketika mengembalikan bola harus ditendang menyusur tanah. Lakukan secara berulang.
  • Menahan bola dengan dada:
    1. Salah satu pemain mengumpankan bola dengan cara melemparkannya ke udara, kemudian partnernya harus menerima menggunakan dada. Latihan ini ditujukan untuk melatih pemain ketika berada pada situasi di bawah tekanan lawan.
  • Sundulan:
  1. Salah satu pemain mengumpankan bola dengan cara melemparkannya ke udara,  kemudian partnernya akan mengembalikan bola dengan menyundulnya secara offensive ataupun defensive, lakukan secara berulang dan acak. Kemudian saling tukar posisi. Latihan ini tidak direkomendasikan untuk pemain U8 – U10.

Ditulis ulang dari buku “Principles of Brazilian Football” (Jose Thadeu Goncalves) oleh: Joko Hartono

Saya yakin setiap pencinta sepakbola akan mengingat pertandingan antara Brazil melawan Belanda pada Piala Dunia 1994. Sebuah pertandingan dengan tensi tinggi dimana kondisi fisik berperan sangat penting. Pada pertandingan tersebut Brazil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 dan Belanda gagal memanfaatkan beberapa kesalahan yang dibuat oleh para pemain belakang Brazil untuk menyamakan skor. Belanda sebagai tim yang lebih mengontrol permainan akhirnya kalah akibat para pemainnya kurang mampu mengatasi tekanan mental. Faktor psikologi memang punya peran dominan dalam suatu pertandingan sepakbola, terutama setelah kekuatan fisik dan reaksi pemain berkurang. Brazil telah menyiapkan fisiknya secara baik dan mampu mengatasi situasi di bawah tekanan tersebut dan memenangkan pertandingan. Namun,

Brazil sendiri juga pernah mengalami kejadian dimana keunggulan fisik lawan menjadi penentu dalam pertandingan. Pada even Olimpiade 1996, Brazil sempat unggul 3-1 atas Nigeria sampai menit ke-65, namun akhirnya harus mengakui kekalahan dengan skor 4-3 akibat kelelahan fisik.

Dalam bab ini, kita akan mendiskusikan beberapa metode pembentukan fisik dan jenis – jenis latihan yang dikembangkan dan digunakan oleh timnas Brazil. Tetapi pembahasannya tidak akan dilakukan secara detail, karena untuk membahasnya secara lengkap akan membutuhkan satu buku tersendiri.

Kita akan fokus pada konsep yang dikembangkan di persepakbolaan Amerika bagian Utara yang dapat menghasilkan pemain yang kompeten dengan berbagai prestasinya di level kompetisi internasional.

Sejarah pembentukan fisik sebagai salah satu faktor paling penting dalam persiapan sebuah tim nasional dimulai saat digelarnya Piala Dunia pada tahun 1966. Inggris sebagai tuan rumah sangat berambisi untuk memenangkan turnamen tersebut. Terutama karena mereka adalah Negara asal sepakbola. Satu – satunya tim tangguh yang menjadi penghalang ambisis mereka adalah Brazil, juara dunia tahun 1958 di Swedia dan 1962 di Chili, dengan ciri permainannya yang mengandalkan skill dan kecepatan.

Pada saat turnamen sesungguhnya berlangsung, Inggris menciptakan strategi man on man marking yang membutuhkan kondisi fisik prima dari para pemain. Lewat strategi ini, pemain-pemain Inggris tidak memberikan ruang bagi Brazil, khususnya kepada Pele. Mereka benar – benar mendominasi Piala Dunia 1966 dan membatasi ruang gerak pemain lawan yang merupakan langkah awal dalam pengembangan prinsip pertahanan dalam strategi sepakbola modern.

Semua sekolah sepakbola di dunia menjadi sangat tertarik dengan berbagai metoda latihan Inggris yang menitikberatkan pada fisik, khususnya di Jerman dan Spanyol. Dari pengalaman tahun 1966 tersebut, para pelatih fisik Brazil menghabiskan waktu bertahun – tahun di sekolah sepakbola Eropa untuk mempelajari cara terbaik dalam membuat program latihan fisik yang efektif dan tepat, dan pelatihan itu dikenal dengan istilah Total Training Method. Prinsip ini kemudian menjadi dasar perencanaan latihan fisik di berbagai klub sepakbola dan timnas Brazil.

Sistem pelatihan fisik Brazil ini kemudian dibawa ke sekolah-sekolah sepakbola di Amerika bagian Utara, dan berhasil mendorong peningkatan yang signifikan khususnya pada pembentukan fisik. Beberapa pelatih MLS (Major League Soccer) mengangkat pelatih fisik untuk menjadi asisten mereka. Mereka menyadari betapa pentingnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk membentuk fisik pemain khusunya bagi pemain muda.

Prinsip pembentukan fisik adalah mengembangkan fisik pemain untuk mencapai performa yang baik. Langkah – langkah yang harus dipertimbangkan ketika menyiapkan program ini adalah :
 
  1. Meningkatkan sistem pernafasan melalui aerobik dan anaerobik.
  2. Meningkatkan kadar darah yang dipompa oleh organ hati ke seluruh tubuh.
  3. Membentuk otot di bagian tubuh tertentu.
  4. Meningkatkan otot di bagian tendon dan ligamen.
  5. Mengurangi kadar asam pada otot selama bermain sepakbola

Untuk memahami dan mengawasi apakah langkah – langkah tersebut dilakukan dengan baik, dibutuhkan seorang spesialis (pelatih fisik) yang bertujuan memonitor perkembangan fisik pemain. Berikut ini adalah beberapa tanggung jawab seorang pelatih fisik yang direkomendasikan oleh Prof. Julio Mazzei :
 
  1. Perencanaan, pendidikan, pengarahan dan supervisi program pembentukan fisik (atletik dan psikologi) secara berkala mingguan, bulanan dan tahunan.
  2. Perencanaan, pendidikan, pengarahan dan supervisi pemanasan sebelum sesi latihan (teknis dan taktik) dan sebelum sesi permainan.
  3. Membantu direktur teknik ketika diminta bantuan sepanjang sesi taktik dan teknis.
  4. Membentuk dan menyesuaikan program fisik khusus bagi pemain yang sedang cedera, yang berhubungan dengan bagian medis dan terapi fisik.
  5. Memberikan hasil ringkasan mingguan untuk aktivitas latihan yang telah dilakukan, sebagai supervisi bagi pengembangan pemain.
  6. Memberikan pendapat pribadi mengenai kuantitas dan kualitas pertandingan persahabatan pada level, daerah, nasional ataupun internasional yang telah dilakukan tim.
  7. Menyimpan data hasil latihan (lihat bab perencanaan) dan berbagai data penting yang berhubungan dengan aktivitas pengembangan dan perencanaan yang akan berguna untuk kebutuhan tahun depan.
  8. Mengorganisir dan mengarahkan evaluasi kondisi fisik pemain.
  9. Mengikuti seminar, kursus, simposium dan memperoleh lisensi yang dapat mengenalkan teknik, sistem dan metode pelatihan baru.
  10. Memberikan ringkasan evaluasi fisik dan performance permainan setiap pemain, serta selalu memberikan peringatan untuk kebiasaan buruk di luar lapangan yang dapat mempengaruhi kondisi fisik mereka.
  11. Selalu menganalisis permainan pemain, dan ingat ungkapan psikologis asal Perancis M. Baquet :
‘Kamu berjalan dengan kaki, bernafas dengan paru-paru, berlari dengan hati tetapi capailah tujuan dengan perasaanmu’

Ditulis ulang dari buku “Principles of Brazilian Football” (Jose Thadeu Goncalves) oleh: Oetomo Rully Susanto


Pada pendidikan sepakbola usia muda, seorang pelatih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemain melalui jaringan orang tua dan iklan di koran. Sangat penting untuk menjelaskan tujuan-tujuan sekolah sepakbola yang Anda kelola dan keuntungan dalam keikutsertaan dalam program sepakbola Anda.

Apabila anda melatih di tingkat sekolah atau universitas, evaluasi biasanya dilaksanakan setelah adanya komitmen kepada sang pemain. Referensi dari pelatih sebelumnya atau guru olahraga bisa menghemat waktu dalam seleksi pemain di tingkat sekolah atau universitas. Para pelatih di tingkat ini seringkali menemukan masalah sikap dan komitmen dari para pemain barunya, karena pada dasarnya tugas utama para pelajar ini adalah bersekolah atau kuliah. Karena itu perlu ditanyakan terlebih dahulu kepada calon pemain mengenai komitmen mereka serta cara mereka membagi waktu antara sepakbola dan sekolah/kuliah.

Apabila anda menjadi pelatih pada tingkat profesional, kualitas pasokan pemain menjadi faktor yang utama dalam seleksi pemain. Pemain bisa datang dari berbagai sumber. Banyak negara seperti Brazil, Belanda, Inggris dan Jerman, mengembangkan pemain bola profesional yang siap bertanding di usia muda. Sistem ini memberikan kesempatan bagi para pelatih untuk mendapatkan pemain yang bagus. Namun di negara seperti Indonesia, agak lebih sulit untuk menemukan pemain yang dididik dengan benar dan siap bermain secara sepakbola profesional.

Kita bisa meniru cara klub Brazil seperti E.C. Vitoria yang memiliki pencari bakat untuk mencari pemain muda yang memiliki kualitas. Prosesnya sebagai berikut:
  • Seorang pemain muda yang akan direkrut harus terlebih dahulu mengikuti ujian percobaan di kotanya/daerahnya.
  • Jika lulus, ia akan diundang untuk trial, berlatih dan bermain bersama dengan para pemain di kelompok umurnya di klub kita.
  • Perkembangannya selama beberapa waktu dipantau dan dicatat. Jika kemudian dirasa kemampuannya baik, pemain tersebut kemudian bisa dikontrak dengan masa percobaan selama beberapa bulan sebelum nantinya dikontrak permanen.

Klub-klub di Brazil memiliki aturan tidak resmi tentang jumlah ideal pemain yang direkrut sebagai bagian dari tim junior utama di tiap kelompok umur. Idealnya, jumlah pemain setiap tim kelompok umur adalah sekitar 28 orang. Ini berarti ketika mereka menemukan pemain baru dengan kualitas lebih baik, maka pemain yang sedang berada dalam tim bisa diminta untuk meninggalkan klub. Upaya mengembangkan pemain muda dalam sistem seperti ini memiliki resiko yang cukup besar jika pelatihan tidak dilakukan dengan benar karena adanya tekanan yang tak terhindarkan keatas para pemain muda ini untuk mencapai keberhasilan. Usia paling muda yang dianjurkan untuk pindah ke klub profesional adalah 14 tahun.


Tryout
 Sangatlah penting bagi Anda sebagai pelatih utama, untuk berhati-hati agar tidak mengacaukan kesatuan tim Anda. Rotasi pemain besar-besaran yang dilakukan berkali kali akan menimbulkan kelemahan pengembangan konsep taktik. Jika seorang pemain baru hadir dalam tryout atau ujian percobaan dalam rangka menggantikan seseorang yang mengenal filosofi pelatihan Anda, memahami konsep-konsep permainan dan memiliki sikap yang positif; sesungguhnya Anda harus benar-benar berpikir beberapa kali untuk menggantikan dia. Pemain baru ini harus benar-benar memiliki keterampilan teknik yang jauh lebih baik dan beberapa kualitas tertentu untuk posisi khusus yang Anda cari.

Anda harus menyusun rencana ujian percobaan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Sangatlah penting bagi Anda untuk memahami karakteristik setiap posisi, dan bagaimana melakukan evaluasi terhadap para pemain yang ada dengan benar. Anda selalu bisa mengembangkan keterampilan teknik, memperbaiki konsep taktik dan aspek-aspek kondisi fisik, namun Anda perlu berhati-hati terhadap kepribadian dan sikap pemain terhadap tim nya.


Penjelasan Mengenai Kualitas

Teknik:
Kemampuan untuk melakukan keterampilan secara benar, mengambil keputusan yang tepat dibawah tekanan.
1. Dalam proses pengembangan.
2. Harus memiliki kemampuan untuk melakukannya dalam berbagai situasi tekanan.
3. Harus mampu untuk menunjukkan kinerjanya dalam berbagai situasi tekanan.

Kepemimpinan:
1. Hal ini penting bagi pemain ini untuk memiliki sejumlah keterampilan komunikasi, dan mampu membantu tim, khususnya ketika dibawah situasi tekanan
2. Pemain dengan kapasitas untuk memimpin tim sepanjang pertandingan. Dia mampu menyampaikan dan menyokong perintah pelatih.

Jenis fisik:
Karakter fisik pemain
1. Tubuh atletis apapun dapat diterima
2. Dibutuhkan beberapa aspek spesifik seperti: tinggi, kuat, kecil dan kuat, kurus, dll.
3. Seorang pemain yang memenuhi seluruh kebutuhan yang diperlukan sebagai atlit yang baik dalam hal ukuran, kekuatan, dll. Kami merasa perlu untuk menyampaikan bahwa dalam metode kami, ukuran dan kecepatan adalah merupakan faktor penting bagi posisi bertahan bagian dalam seperti: swiper, stoper (pemain bertahan bagian dalam) dan pemain tengah bertahan.

Kecepatan:
1. Tidak perlu memiliki kecepatan tinggi dalam mengambil keputusan, dengan atau tanpa bola.
2. Kecepatan pada umumnya.
3. Kecepatan merupakan faktor penting untuk melaksanakan gaya permainan apapun.

Sebuah evaluasi teknik/taktik diperlukan untuk memberikan kesempatan yang cukup bagi pelatih untuk mengamati seluruh pemain yang tertarik melaksanakan program ini.

Anda harus mendapatkan sejumlah minimum peserta ujian percobaan dalam rangka menciptakan suasana persaingan dan tantangan yang dibutuhkan untuk menciptakan tekanan terhadap seluruh peserta.

Jumlah minimal pemain untuk sebuah ujian percobaan yang efektif adalah:
U11 sampai profesional – 20 orang pemain lapangan dan 2 orang penjaga gawang
U10 – 16 orang pemain dan 2 penjaga gawang (bukan ujian percobaan, hanya penempatan)
U8 – 10 pemain (semua diuji menjadi penjaga gawang) (bukan ujian percobaan, hanya penempatan) Tim A/B

Ujian percobaan di tingkat universitas atau tingkat lanjut perlu melibatkan pemain yang lebih dewasa dan berpengalaman untuk memberikan tantangan yang dibutuhkan dan menambah jumlah pemain.

Para pemain harus melalui proses pendaftaran dan mendapatkan nomor yang dipasang dibagian dada dan punggung.  Para pembantu pelatih akan diberi lembaran formulir dengan informasi sebagai berikut: Nama pemain, tanggal lahir, posisi yang disukai, nomor punggung.

Lokasi pengamatan harus ditentukan untuk melakukan evaluasi. Setiap pelatih yang ditugasi untuk setiap lokasi pengamatan harus dapat menjelaskan: Bagaimana cara melakukan?; Kapan menerapkan?; Mengapa menggunakan?; Aspek-aspek taktik atau teknik permainan.  Lokasi pengamatan harus dibagi berdasarkan jumlah pemain yang akan dievaluasi.

Jangan pernah mengijinkan lebih dari 10 pemain pada sebuah lokasi pengamatan dan jangan biarkan waktu ujian percobaan lebih lama daripada 3 jam untuk U15 keatas (termasuk profesional) dan 2 jam untuk U14 kebawah. Kualitas kinerja para pemain akan menurun dan pengambilan keputusan serta pengamatan yang keliru sangat mungkin bisa terjadi.

Pada setiap lokasi pengamatan, pertahankanlah keseimbangan kualitas pemain selama kondisi pertandingan.  Para pemain terbaik harus ditempatkan bersama pada akhir evaluasi untuk bertanding secara penuh tanpa batasan. Sekarang inilah waktu pengambilan keputusan.


Persiapan Sebelum Seleksi

Pemanasan – 15 menit
Para pemain Brazil melakukan pemanasan tanpa bola dan melakukan peregangan. Para pemain muda membutuhkan penjelasan lebih mengenai gerakan dan langkah-langkah pemanasan yang benar. Pemanasan yang baik merupakan sebuah keharusan sebelum memulai ujian percobaan. Para pelatih akan lebih mampu untuk melakukan evaluasi koordinasi tubuh para pemain.

Lokasi pengamatan #1
1 v 1 dengan dua buah gawang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi keterampilan teknik dan pengambilan keputusan (baik bertahan maupun menyerang) dalam situasi tekanan pada umumnya. Gunakan dua buah gawang berukuran biasa untuk setiap kelompok umur yang Anda evaluasi. Masing-masing pemain harus diberi bola.
Mengenai durasi, kami menyarankan:
a. U10 dan dibawahnya – 10 detik
b. U14 dan dibawahnya – 15 detik
c. U15 dan diatasnya – 20 detik

Waktu ini didasarkan kepada tingkatan kemampuan untuk menjaga penguasaan bola dan mencetak gol atau mempertahankan gawang. Waktu maksimum yang diperbolehkan adalah 20 detik.

Hal-hal untuk diamati: Aspek-aspek penyerangan dan pertahanan individual. Sangatlah penting untuk menjelaskan dan menunjukkan aspek apa saja yang akan Anda amati.

Bertahan
- Kapan waktunya pemain harus merebut bola dengan menjegal atau menahan untuk mengulur waktu
- Garis pertahanan (pemain harus berada diantara pusat gawang dengan bola)
- Posisi tubuh: satu kaki didepan, lutut harus dalam keadaan tertekuk, bagian atas tubuh membungkuk dan tangan naik.

Menyerang
Opsi #1 – Jika pemain bertahan maju dengan tekanan yang cukup kuat dan menahan laju serangan, penyerang harus:
- menggunakan kaki bagian luar kearah bagian kaki yang lemah dari pemain bertahan
- lalu memotong kedalam dan menendang

Opsi #2 – Jika pemain bertahan maju terlalu cepat, tanpa berhasil mengendalikan diri, pemain menyerang harus:
- melakukan manuver untuk melewati pemain bertahan tersebut secepat mungkin dengan menggunakan keterampilan penguasaan bola individunya.

Opsi #3 – Jika pemain bertahan maju terlalu lambat untuk melakukan tekanan, pemain menyerang harus:
- menendang tembakan ke gawang dengan segera

Lokasi pengamatan #2
Pertandingan di lapangan ukuran biasa atau yang lebih kecil dengan tiga gawang. Tujuan dari lokasi pengamatan ini adalah untuk mengevaluasi




Sepakbola adalah permainan yang kompleks dan menuntut membutuhkan pelatihan canggih. Pemain harus memiliki kebugaran aerobik yang baik, kecepatan, kekuatan, keterampilan bola, cerdas taktis dan pemahaman dasar Sepakbola strategi-strategi egies. Untuk membuat program pelatihan yang membahas tuntutan beberapa permainan, Anda harus menjadi akrab dengan berbeda-ent metode pelatihan untuk olahraga sepak bola. mereka metode
jatuh ke dalam tiga kategori umum: pelatihan kebugaran, teknik pembangunan yang dan strategi dan taktik. Ini bab dan alamat berikut dua daerah-daerah luas pelatihan sepak bola.

Memahami Metode Pelatihan Sepakbola

Jumlah waktu yang dapat
Anda habiskan brsama atlet untuk berlatih  sangatlah berharga. Program pelatihan harus mencakup kondisi fisik, pengembangan keterampilan dan instruksi taktis untuk pemain di semua posisi. Dalam rangka untuk mendapatkan hasil maksimal dari waktu yang Anda habiskan di lapangan dengan atlet Anda, Anda perlu untuk menggabungkan metode pelatihan yang berbeda. Dalam bahasa Sepakbola pendekatan ini dikenal sebagai pelatihan ekonomis.


Catatan: pelatih Sepakbola Banyak mengacu pada metode jangka pelatihan sebagai metode
pembinaan. Sedangkan istilah yang terakhir tentu diterima, kita menemukan metode pelatihan untuk menjadi deskripsi yang lebih akurat. Metode pelatihan menggambarkan kegiatan para atlet dan pelatih gunakan untuk melatih sepakbola. Sebenarnya, metode pembinaan mengacu kepada cara-cara di mana pelatih berkomunikasi dan mengajarkan permainan sepak bola untuk biaya mereka.


FITNESS PELATIHAN
Pelatihan kebugaran dapat dibagi menjadi empat kategori: pengkondisian umum (pengkondisian aerobik), pendingin khusus (pengkondisian anaerobik), pelatihan kecepatan, dan pelatihan kekuatan dan kekuasaan. Setiap program pelatihan yang baik Sepakbola akan menggabungkan keempat jenis pelatihan.


General Endurance
General ketahanan didirikan melalui latihan aerobik. Pengkondisian aerobik adalah
intensitas aktivitas rendah yang meningkatkan denyut jantung sementara masih memungkinkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen.


spesifik Conditioning
Kebugaran spesifik dikembangkan melalui pelatihan yang meniru tuntutan gabungan fisik aerobik dan anaerobik kompetisi. Selama latihan anaerobik, tubuh un-dapat mengambil oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energinya. Pengkondisian tertentu melatih atlet untuk tampil di kompetisi.

Speed
Kecepatan dapat didefinisikan dengan beberapa cara berbeda. Beberapa jenis kecepatan yang ditunjukkan dalam permainan sepak bola. Ada tiga jenis kecepatan Sepakbola: lari kecepatan, kecepatan dan kecepatan teknis.

• Sprint speed (kecepatan murni) adalah kemampuan untuk berlari cepat selama jarak relatif pendek.Untuk kecepatan berlari sebagian besar ditentukan secara genetis, namun pelatihan berlari yang sering akan  menyebabkan peningkatan besar dalam kecepatan.
 Quickness adalah kemampuan untuk mengambil langkah pertama yang cepat, perubahan arah, atau menjadi bahan peledak atau menonaktifkan bola.• kecepatan Teknis adalah kombinasi kecepatan fisik dengan keterampilan sepak bola. Ini adalah kecepatan dengan mana seorang pemain mampu mengontrol bola, membuat keputusan dan menciptakan peluang ofensif. Pemain dengan kecepatan teknis yang baik dapat mengumpulkan bola disampaikan di berbagai ketinggian, sudut dan kecepatan.Kekuatan dan PowerKekuatan dan power sering membuat perbedaan ketika datang untuk menang menangani, bola di udara, atau mencetak gol. Lebih penting lagi, kekuatan otot seimbang mengoptimalkan kinerja dan mencegah cedera. Kekuatan dan daya dapat dikembangkan melalui latihan beban, senam, latihan plyometric dan berjalan.TEKNIK PELATIHANPerkembangan teknik Sepakbola membutuhkan sejumlah besar praktek. Bermain-ers harus belajar untuk menggiring bola dengan kecepatan, lulus dengan akurasi, menembak dengan kekuatan dan ketepatan, kepala bola efektif. Ketika mengembangkan teknik, adalah penting bahwa pemain-en melawan berbagai kondisi, dan keterbatasan waktu dan ruang yang terlihat di Soccer. Latihan yang menekankan teknik dapat dibagi menjadi tiga kategori: fundamentalisme-tal latihan, pertandingan-pertandingan yang berhubungan dengan latihan dan latihan-kondisi.Fundamental DrillsLatihan Fundamental adalah keterampilan paling dasar. Mereka dilakukan dengan gerakan terbatas dan tidak ada tekanan dari bek.Latihan dasar yang paling sering digunakan untuk mengajar teknik baru. Mengajar dengan metode keseluruhan-bagian-keseluruhan. Ketika mengajar keterampilan teknik baru, pertama menunjukkan keterampilan keseluruhan. Hal ini memungkinkan atlet menciptakan gambaran visual yang akurat tentang apa yang mereka mencoba untuk ac-complish. Kemudian, memecahkan keterampilan menjadi bagian-bagian komponen. Gunakan latihan untuk mengajarkan komponen-komponen dari keterampilan. Ketika atlet Anda telah menguasai latihan yang cukup, memiliki mereka mengintegrasikan komponen bor ke berbagai kinerja lengkap dari teknik.

Pertandingan-Terkait Drills
Perkenalkan pertandingan terkait latihan setelah pemain telah mengembangkan merasakan keterampilan. Membatasi pemain untuk di area terbatas dan menempatkan mereka di bawah oposisi defensif pasif. Ajarkan pemain untuk menggunakan berjalan untuk menciptakan sudut yang baik untuk lulus dan menerima tanda masuk.


Pertandingan Kondisi
Pertandingan latihan kondisi memungkinkan pemain untuk berlatih keterampilan atau teknik di bawah tekanan penuh dari lawan. Mensimulasikan kondisi permainan dengan menetapkan tujuan pemain untuk menyerang dan tujuan untuk bertahan.


STRATEGI DAN TAKTIK
Strategi adalah rencana untuk mencapai tujuan. Paling sering, strategi mengacu pada rencana yang dijalankan untuk permainan. Dengan kata lain, bagaimana Anda berencana untuk menang? Taktik, di sisi lain, adalah
alat dimana strategi dijalankan. Game strategi dan taktik yang dipengaruhi oleh kekuatan tim Anda dan kelemahan, kekuatan lawan dan kelemahan, kondisi cuaca, dan kondisi lapangan.


Ada tiga tingkat di mana taktik yang diterapkan: Individu, Kelompok, dan Tim.

Taktik individu: 1-
lawan-1
Ajaran taktik individu dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan pemain untuk menyerang atau membela ketika menghadapi situasi satu lawan satu.


Kelompok Tactics: 2-lawan-1 sampai 5-lawan-5
Prinsip-prinsip dasar bermain, dasar strategi, berlaku ketika bekerja pada taktik kelompok. Kelompok taktik skenario mengajarkan pemain apa yang harus dilakukan ketika mereka bermain dalam kelompok-kelompok di sekitar bola. Pemain harus belajar untuk beralih dengan cepat dari serangan ke pertahanan, dan dari pertahanan untuk menyerang, sementara secara bersamaan menyediakan ofensif yang baik dan komprehensif Defen-tim dukungan.


Tim Taktik: 6-
lawan-4 sampai 11-lawan-11
Ketika mengajar taktik tim, fokus pada kedua kinerja individu dan bermain kombinasi. Pemain harus diajarkan tanggung jawab dari posisi yang mereka mainkan, dan bagaimana peran mereka berubah ketika bola ada di masing-masing sepertiga dari lapangan. Pelatih pemain untuk selalu menyadari pergerakan bola, dan keberadaan kawan dan lawan






Warm-Up, Mobility dan Fleksibilitas
 Pelatih sepak bola dan banyak pemain cukup memperhatikan  untuk proses pemanasan, pendinginan dan pelatihan untuk meningkatkan fleksibilitas. Pemain dan pelatih sering tidak mendekati unsur-unsur pelatihan dan kompetisi serius atau sistematis. Mengabaikan unsur predisposes atlet cedera dan mengurangi efektifitas mereka dalam pelatihan dan kompetisi.Proses pemanasan meliputi bagian umum dan khusus. pemanasan umum umum biasanya terdiri dari jogging atau berjalan mudah (dengan atau tanpa bola), dan peregangan. Mulailah dengan kegiatan yang mudah, dan secara bertahap meningkatkan intensitas. Bagian kedua dari pemanasan harus Sepakbola-spesifik. Campur individu menggiring bola, berputar, feints, perubahan Director, tion, juggling, dengan cahaya intermiten peregangan dan latihan mobilitas. Kemajuan kegiatan mitra seperti passing, pengambilalihan, pos, melindungi bola, cahaya satu-satu latihan. Pemain harus mendapatkan merasakan bola. Setelah pemain Anda telah rusakkeringat dan longgar, mulai latihan kelompok seperti 5-versus-2 terus-jauhnya. Bagian terakhir dari pemanasan harus melibatkan seluruh tim dalam permainan-simulasi latihan seperti 5-versus-5 dengan kiper.Perhatikan cuaca saat pemanasan untuk latihan atau pertandingan. Dalam cuaca dingin, atau di permainan malam hari, pemain harus mengenakan hangat-up atau kemeja keringat dan celana. Pakaian ekstra membantu pemain pemanasan lebih cepat dan membuat mereka hangat sementara tidak bermain. Perlu diingat bahwa suhu tubuh kembali normal sekitar 15 menit setelah aktivitas dihentikan. Pastikan untuk menyertakan setidaknya lima menit pemanasan selama setengah waktu permainan. Sebuah singkat pemanasan akan membiarkan pemain Anda memulai babak kedua siap untuk bermain dan juga akan mengurangi risiko cedera.warm-up harus mempersiapkan atlet untuk bermain secara psikologis maupun fisik. Sebuah rutinitas pemanasan yang akrab, sistematis, dan menyenangkan membantu atlet fokus pada ltihan tugasnya. Sebuah pemanasan menyeluruh lengkap dengan tim latihan memungkinkan atlet tahu bahwa mereka siap untuk bermain dan memberi mereka rasa percaya diri dan konsentrasi. Komponen tim dari pemanasan tidak boleh diabaikan. Sepakbola adalah permainan tim. Sebuah pemanasan yang mengabungkan latihan tim membantu menciptakan sinergi teknis dan psikologis yang mengarah ke permainan tim yang baik. 

5 comments:

  1. Bagus bro lanjutkan, minta kacang atomnya, buat saya post disini http://adiragaputra.bogspot.com

    ReplyDelete
  2. ini baru informasi .. postingan mantap dan lengkap .. bagus bro tulisannya, juara!

    Kunjungi juga yah bro tulisan saya di Agen Bola

    thanks

    ReplyDelete
  3. mesti latihan pisik tiap hari. Saya belajar mau memiliki kekuatan dalam menyepak bola, mungkin perlu memakaikaos robocop saat latihan. Biar tendangannya sekuat tenaga robot.

    ReplyDelete
  4. ini jelas akan membantu sekaligus memandu sesi latihan pribadi saya untuk menjadi pesepak bola. saya akan coba terapkan...makasih saya. kunjungi juga blog saya Riky Fernandes Of The Blog

    ReplyDelete
  5. Video sangar bro
    http://m.youtube.com/watch?v=bQjdCAxyVOo

    ReplyDelete